Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESEHATAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Maret 2013

Mengatasi Demam Pada Anak

Cara Mengatasi Demam Pada Anak

Demam tidak selalu berarti penyakit, demam bisa berarti reaksi positif tubuh. demam bisa menjadi indikator adanya infeksi dalam tubuh, atau reaksi positif tubuh karena terjadi penumpukan toksik (racun) dalam tubuh yang terlalu banyak sehingga tubuh harus menghasilkan ekstra panas guna menetralisir kelebihan toksik yang harus dibuang yang tidak bisa diproses oleh suhu tubuh yang normal

1. berikan ekstra cairan yang banyak (banyak minum) agar keseimbangan cairan dalam tubuh tetap terjaga. karena ketika demam tubuh melakukan pembakaran cairan lebih cepat dari biasanya
2. berikan air madu hangat sesering mungkin. campuran air kelapa dan madu lebih baik dan merupakan formula yang sangat baik untuk menurunkan panas.
3. jangan dipaksakan makan, berikan makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti berbagai jus buah-buahan manis yang ditambah madu..
4. jaga agar anak tidak sulit BAB. banyak sekali demam diawali oleh BAB yang jarang dan sulit. bila BAB sulit berikan jus pepaya + melon + madu 3 kali dalam sehari
5. jika panas cukup tinggi kompreslah pada bagian kepala, kening, ketiak dengan air dingin (suhu kamar) atau bila demamnya sangat tinggi kompreslah sekujur tubuhnya.
6. jangan selimbuti anak ketika demam.
7. memijat pada sekitar kelopak mata dan alis mata akan sangat membantu menurunkan demam pada anak dan mengurangi rasa ketidak nyamanan.
8. bila perlu buatlah ramuan dari bawang merah yang dihancutkan campur dengan minyak kelapa atau baby oil. oleskan ke sekujur tubuh anak.
9. obat penurun panans hanya boleh dibertikan bila demam tidak terkontrol, dengan pemberian ekstra cairan (banyak minum) dan kompres lokal.

Sumber : DR. Husen A. Bajri, M.D., Ph.D. : Tubuh Anda Adalah Dokter Yang Terbaik

Cara Mengatasi Batuk dan Pilek Pada Anak

Cara Mengatasi Batuk dan Pilek Pada Anak

Menurut ilmu Naturophaty, batuk dan pilek tidak selalu berarti reaksi negatif tubuh, bahkan itu merupakan bagian dari reaksi positif tubuh untuk mengeluarkan kelebihan toksik atau racun yang bertumpuk pada saluran pernafasan yang kerap terjadi. produksi slem/lendir/dahak ketika kita mengalami batuk dan pilek merupakan proses membuang toksik, walaupun prosesnya selalu tidak nyaman. tugas kita adalah membantu tubuh agar proses ketidak nyamanan itu tidak berlangsung terlalu lama. Apabila gejala ini diatasi dengan baik, batuk dan pilek akan lebih cepat sembuh.

CARA PENANGANAN BATUK DAN PILEK PADA ANAK :

1. usahakan minum air putih hangat sesering mungkin. Ini akan membantu proses pengeluaran slem lebih cepat.
2. berikan jus jeruk ditambah madu dua kali dalam sehari. Pagi kala perut kosong dan malam sebelum tidur.
3. ajari anak untuk menghisap uap air panas yang dicampur beberapa ramuan herbal pagi dan sore hari selama 10 – 15 menit atau semampunya (cara buat : didihkan 1 liter air + 1 ibu jari jahe + sejumput cengkeh + 1 sendok makan garam + sedikit mint kalau ada) berfungsi sebagai oabat inhalasi untuk melonggarkan saluran nafas dan mengeluarkan slem.
4. kompres hangat sekitar hidung, kening, muka dan bagian dada selama 30 menit sd 1 jam.
5. berikan ramuan herbal bikinan sendiri : didihkan 4 gelas air + 1 ibu jari jahe, 1 ibu jari laos, + ibu jari kayu manis, 2 batang serai, di iris iris, tambahkan 6 lembar daun sirih yang dipotong potong dan sejumput cengkih. Biarkan hingga air tinggal 2 gelas. Berikan 1 gelas dipagi hari dan 1 gelas disore hari. Ditambah dengan 2 sdm madu.
6. ketika anak tidak selera makan, tak usah cemas apalagi dipaksa makan. Berikan air madu hangat sesering mungkin ditambah jus buah buahan secukupnya.


Sumber : DR Husen A. Bajri, M.D., Ph.D

Catatan :

Kapan menghubungi dokter?
 Persistent cough, fever > 72 hours
 Sesak nafas, kuku dan bibir tampak biru
 Luar biasa rewel, atau luar biasa mengantuk (sangat sulit dibangunkan)

Ingat: Tidak ada obat pilek kimia yang efektif untuk bayi dan anak

Jika kita membaca literaratur kedokteran, sering diungkapkan bahwa batuk merupakan suatu mekanisme tubuh untuk mengeluarkan sesuatu yang mengganggu saluran nafas kita, seperti dahak, riak, benda asing (kacang, dsb). Batuk sebagai anugerah terindah dari Tuhan sering disikapi dengan tidak bijak oleh mereka yang tidak memahaminya.
Andaikan kita perhatikan sejenak para pada penderita stroke misalnya. Karena adanya gangguan dalam otak, refleks batuknya terganggu. Akibatnya dahak menumpuk di paru2 dan ybs umumnya mengalami pneumonia. Hingga berefek fatal kematian pada penderita tsb.
Batuk bukanlah momok. Melalui batuk, kita tetap dapat bernafas, karena lendir yang mengganggu saluran nafas akan dikeluarkan saat batuk. Dengan batuk, kita terhindari dari bahaya tersedak benda asing yang masuk ke saluran nafas kita.

Yang terpenting yang harus kita lakukan adalah mencari tahu apa penyebab batuk. Infeksi kah atau bukan infeksi.
Pada anak, batuk umumnya disebabkan oleh infeksi virus atau oleh alergi.
Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu. Bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar yang juga sedang sakit. Batuk karena alergi juga bisa berlangsung lama atau hilang timbul selama pencetus alerginya tidak diatasi. Alergi yang dimaksud bisa dalam bentuk alergi hidung (Allergic rhinitis), asma, alergi suatu zat dari lingkungan. Penyebab lainnya adalah sinusitis, reflux, pneumonia.

Tatalaksana :

 Cari PENYEBAB batuk.

Jika batuk disebabkan oleh produksi dahak yang berlebihan, maka upaya yang perlu dilakukan adalah mengurangi produksi lendir. Melalui cara :
 Minum banyak yang hangat misalnya lemon
 Jangan ada asap rokok
 Rangan jangan kering (Moist air - kamar mandi - buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)
 Agar anak lebih nyaman, tidurkan dengan bantal agak tinggi
 NO – ANTIBIOTICS. Ingat ! Kebanyakan batuk tidak memerlukan antibiotik
 NO cough suppressant. Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk (seperti DMP). Anehnya, anak kita sering mendapatkan obat racikan / puyer yang salah satu kandungannya codein (sejenis narkotika) yang tidak diketahui manfaatnya.

Pada dasarnya, TIDAK ADA yang namanya obat batuk itu.
Juga tidak ada obat pencair dahak. Cari pencetusnya !

Tidak Semua Batuk Perlu Obat Batuk

Kompas.com - Batuk telah menyebabkan ribuan orang berobat ke dokter setiap tahunnya dibandingkan dengan gejala yang lebih spesifik lainnya. Obat batuk yang dijual bebas pun termasuk obat yang paling laris. Sudah jelas masyarakat sangat peduli pada batuk yang dideritanya dan sangat percaya pada obat batuk. Padahal, beberapa penelitian tidak menemukan kaitan antara obat yang dikonsumsi dengan kesembuhan batuk. Badan pengawasan obat sudah melinsensi obat batuk lebih dari 50 tahun lalu, tetapi sampai saat ini belum ada bukti ilmiah kuat yang membuktikan obat tersebut memang efektif mengatasi batuk.

Berikut adalah beberapa penelitan seputar obat batuk.

- Studi analisa yang dilakukan tahun 2010 tidak menemukan bukti yang mendukung pentingnya penggunaan obat batuk yang dijual bebas. Ini termasuk obat jenis supresan seperti dextromethrophan, atau ekspektoran yang dimasuksudkan untuk mengeluarkan lendir di saluran napas.

- Pada tahun 2006, The American College of Chest Physicians melakukan survei mengeni sejumlah obat batuk yang diteliti dalam beberapa dekade. Tidak ditemukan bukti bahwa obat itu bisa menyembuhkan batuk yang disebabkan oleh virus.

Penting untuk memahami bahwa riset-riset tersebut tidak membuktikan bahwa obat batuk tidak bekerja. Melainkan, mereka tidak menemukan bukti-bukti. Terbuka kemungkinan penelitian di masa depan yang bisa membuktikan obat batuk memang membantu.

Karena ketiadaan bukti tersebut, pada tahun 2008 Badan Pengawas Obat dan Makanan AS menyatakan bayi dan balita tidak memerlukan obat batuk dan flu. Perusahaan farmasi juga diminta mengubah label dalam obat yang dijual bebas dan menyebutkan bahwa obat flu dan batuk hanya untuk anak di atas usia empat tahun.

Para dokter anak di AS juga menyarankan agar orangtua tidak memberikan obat flu dan batuk pada anak berusia di bawah 6 tahun. Sayangnya menurut surveri terbaru lebih dari 60 persen orangtua di AS memberikan obat batuk dan flu pada anak mereka yang berusia kurang dari dua tahun.

Lantas, jika obat batuk memang tidak efektif mengapa obat ini tetap laris dan populer? Menurut John E.Heffner, ahli paru dan mantan presiden American Thoraric Society, bagi kebanyakan orang obat batuk memberikan rasa tenang.

Saat kita menderita batuk parah, apalagi pada anak, kita merasa perlu melakukan sesuatu untuk menghilangkannya. "Jika ada obat yang dijual bebas yang bisa kita pakai, kita akan merasa lebih punya kontrol," katanya.

Kebanyakan orang juga merasa lebih baik beberapa hari setelah minum obat batuk sehingga mereka berasumsi obatnya bekerja. "Faktanya, batuk itu memang sembuh sendiri. Obat hanya membantu sedikit," imbuhnya.

Walau obat batuk tak banyak membantu, tetapi efek samping obat ini kecil, termasuk untuk anak berusia di atas 6 tahun. Tetapi orang yang batuknya tidak sembuh dalam lima hari sebaiknya memeriksakan diri ke dokter.

Berhati-hatilah dalam menggunakan obat batuk dan flu. Kemungkinan kelebihan dosis sangat besar karena seseorang mungkin mengonsumsi lebih dari satu produk obat tanpa menyadari keduanya mengandung zat yang sama.
Yang juga banyak terjadi seseorang minum melebihi dosis yang dianjurkan karena merasa batuknya tak juga reda. "Jika dosis yang dianjurkan tidak membantu, menambah dosis apalagi," katanya.

Pada batuk yang sudah kronik, Heffner menyarankan untuk mencoba obat supresan. Pada beberapa pasien hal ini bisa membantu.

Pengobatan tradisional seperti menambahkan sedikit madu pada teh hangat sebenarnya cukup efektif meredakan batuk, terutama pada anak-anak.

Batuk sebenarnya bukan penyakit tetapi cara tubuh untuk mengeluarkan kelebihan lendir atau iritan lainnya. Tetapi tetap saja kita merasa lebih nyaman jika meminum sesendok obat batuk, entah obat itu bekerja atau tidak.

http://health.kompas.com/read/2012/11/22/07383352/Tak.Semua.Batuk.Perlu.Obat

Antibiotik Tak Sembuhkan Batuk

Kompas.com - Masih banyak orangtua yang memberikan antibiotik untuk mengobati penyakit batuk dan pilek anaknya. Padahal, antibiotik tidak menyembuhkan batuk tapi malah memperlambat proses kesembuhan.

Flu dan batuk disebabkan oleh virus dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Dalam penelitian di Italia terbukti bahwa anak-anak yang sakit batuk dan tidak diberi antibiotik justru sembuh lebih cepat dibanding anak yang mendapat antibiotik.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 305 anak yang sakit batuk. Hasil penelitian itu dipresentasikan dalam American College of Chest Physicians.

Ketua peneliti, Fracesco de Blasio dari Universitas Bologna, mengatakan para dokter sering meresepkan antibiotik untuk batuk supaya orangtua anak tenang.

"Padahal efektivitas antibiotik sangat kecil untuk mengobati batuk karena influenza. Bahkan antibiotik kurang efektif dibanding anak yang tidak diberi antibiotik," katanya.

Ia menjelaskan bahwa antibiotik baru diresepkan bila terjadi infeksi bakteri sekunder seperti pneumonia atau radang baru. Meski begitu penggunannya juga harus terkontrol.

Penggunaan antibiotik untuk mengobati batuk tanpa indikasi infeksi sangat tidak tepat dan bisa berbahaya. Pemakaian berulang antibiotik, apalagi bila sudah diketahui tidak efektif, bukan hanya bisa memicu reaksi alergi tapi juga anak jadi kebal obat.
http://health.kompas.com/read/2012/10/24/14220674/Antibiotik.Tak.Sembuhkan.Batuk.Anak

Mengatasi Batuk Malam Hari

Madu telah dikenal sejak lama sebagai obat alami untuk hampir segala jenis penyakit karena khasiatnya yang tinggi seperti mengobati luka hingga menambah kesuburan pasutri.

Kini sebuah studi menemukan manfaat baru dari madu yaitu meredakan batuk pada anak-anak.

Menurut studi ini, satu sendok makan madu yang diberikan kepada anak-anak sebelum tidur akan membantu meredakan batuk yang dialaminya.

Para orangtua pun melaporkan bahwa setelah anak-anak diberi madu, batuknya menjadi tidak terlalu sering terjadi dan tidak begitu parah.

Dr. Ian Paul, seorang dokter anak dari Pennsylvania State University di Hershey menyatakan, "Batuk merupakan salah satu alasan mengapa anak-anak sering pergi ke dokter. Namun terapi untuk mengatasi gejala batuk dan pilek seringkali menimbulkan masalah seperti tidak begitu efektif atau bahkan tidak efektif sama sekali dan terkadang terapinya berpotensi memunculkan efek samping."

Lagipula banyak obat batuk dan pilek yang dijual bebas tidak mencantumkan peringatan bagi anak-anak berusia di bawah 4 tahun. Hal ini menyebabkan para orangtua cenderung memberi obat dengan dosis terlalu banyak atau anak-anak dibiarkan meminum obatnya sendiri tanpa bantuan atau pengawasan dari orangtua.

"Berbeda dengan yang selama ini kami berikan yaitu obat-obatan kimia yang ada efek sampingnya, madu ini terbukti benar-benar aman," tambah Paul yang tidak terlibat dalam studi ini seperti dilansir dari reutershealth, Senin (6/8/2012).

Gejala batuk dan perubahan pola tidur anak-anak yang makan madu turun 2 poin, sedangkan anak-anak yang diberi ekstrak kurma hanya turun 1 poin.

"Kualitas tidur orangtua pun menjadi lebih baik setelah anak-anaknya diberi madu," lapor peneliti Dr. Herman Avner Cohen dari Tel Aviv University dan koleganya yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics.

Cohen dan koleganya mencatat bahwa jenis madu yang berbeda bisa jadi mengandung antioksidan yang berbeda juga, belum lagi kandungan vitamin C dan flavonoid-nya. Namun peneliti menekankan bahwa semakin gelap warna madunya maka kandungan antioksidannya akan semakin banyak.

"Madu bisa membantu meredakan batuk pada anak-anak karena madu sangat kaya akan antioksidan yang bisa memberi semacam perlawanan terhadap infeksi apapun yang menyebabkan gejala pilek," terang Paul. Meski begitu, Paul memperingatkan agar orangtua tidak memberikan madu pada bayi.
sumber detikHealth

Rabu, 05 September 2012

Manfaat Buah Mengkudu Bagi Kesehatan

-->
Manfaat buah mengkudu yang baik untuk kesehatan sudah tidak asing lagi di telinga kita. Mengkudu merupakan tanaman yang mudah tumbuh di daerah dataran rendah. Tanaman ini memiliki buah berwarna hijau dengan bentuk bulat lonjong dan ada bintil-bintil di permukaannya. Tinggi tanaman mengkudu ini sekitar 3-8 meter.
Mengkudu memiliki beberapa istilah di tiap daerah. Antara lain Wengkudu (Bali), Cengkudu (Sunda), Pace (Jawa), Kodhuk (Madura), Nono (bahasa Tahiti), Ach (bahasa Hindi), Ungcoikan (bahasa Myanmar), Noni (bahasa Hawaii), dan Nonu (bahasa Tonga).
Manfaat buah mengkuduini sangat baik untuk pengobatan alami. Bahkan kini telah banyak diproduksi beberapa produk kapsul dari buah mengkudu. Berbagai ahli medis dari berbagai Negara juga melakukan penelitian tentang manfaat buah mengkudu. Ada laporan yang dirilis oleh jurnal Cancer Letter pada tahun 1993 mengenai manfaat buah mengkudu. Dalam jurnal itu disebutkan bahwa beberapa peneliti Jepang dari The Institute of Biomedical Sciences dan Keio University telah melakukan riset terhadap 500 jenis tanaman. Para peneliti itu menyimpulkan bahwa dalam buah mengkudu terdapat kandungan zat anti kanker (damnacanthal).
Khasiat Buah Mengkudu
Khasiat buah mengkudu tidak hanya sebagai anti kanker. Masih ada banyak manfaat lain yang terdapat pada buah yang pahit ini. Berikut ini beberapa manfaat buah mengkudu yang sudah dibuktikan oleh beberapa penelitian secara ilmiah :
  • Mengkudu dapat menjadi zat pencegah kanker dan tumor.
  • Mengkudu dapat membantu peningkatan daya tahan tubuh.
  • Mengkudu bisa membantu mengurangi rasa sakit.
  • Mengkudu dapat menjadi zat anti alergi dan anti radang.
  • Mengkudu dapat membantu menormalkan tekanan darah.
  • Mengkudu dapat membantu memperlancar siklus energi dalam tubuh.
  • Mengkudu dapat menjadi anti bakteri.
  • Mengkudu dapat membantu mengatur mood (siklus suasana hati).
Dr. Neil Solomon pernah melakukan sebuah survey terhadap 8000 orang yang mengonsumsi sari buah mengkudu. Dalam survey tersebut ia melibatkan 40 dokter serta beberapa praktisi medis. Dalam surveynya Dr. Neil Solomon ingin membuktikan kemampuan sari buah mengkudu dalam penyembuhan beberapa penyakit. Misalnya: serangan jantung, kanker, diabetes, stroke, gangguan pencernaan, dll

Kamis, 09 Agustus 2012

Rokok Sebabkan Impotensi




Ada yang pernah mendengar bahwa Rokok Sebabkan Impotensi ? sebelum kita bahas lebih mandalam, kita bicarakan dahulu tentang impotensi secara umum....

Banyak sekali pria yang sangat takut menderita impotensi. Pria yang menderita impotensi tidak bisa melakukan hubungan intim bersama pasangan dengan baik karena penis tidak berfungsi dengan normal. Impotensi stadium awal biasanya ditandai dengan hubungan yang terjadi sangat singkat (3-5 menit), dan stadium akhir pria tidak bisa mengalami ereksi sama sekali.

Pria yang mengalami impotensi pada stadium akhir tidak bisa ereksi dan yang lebih parahnya lagi sangat sulit untuk mendapat rangsangan dari lawan jenisnya. Jika hal ini dibiarkan terjadi, bisa sampai menyebabkan pria depresi, frustasi, hingga ada yang sampai bunuh diri.

Impotensi bisa disebabkan karena berbagai macam faktor, mulai dari diabetes, jantung, kolestrol, dll bisa menyebabkan impotensi. Tapi kali ini kita akan membahas impotensi yang disebabkan karena merokok.

Beberapa pria menilai bahwa merokok adalah lifestyle atau gaya hidup, padahal ini akan menyebabkan masalah besar pada alat vital anda. berawal dari rokok, biasanya pria yang suka dengan dunia hiburan malam, diiringi dengan alkohol dan obat-obatan terlarang. Hal inilah yang dapat membuat kerja alat vital kita berhenti (disfungsi ereksi).

Zat beracun yang ada dalam rokok yang anda hisap, bisa menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah yang akhirnya darah anda tidak berjalan normal termasuk ke daerah alat vital anda. Di dalam sebatang rokok, terdapat banyak sekali mungkin ratusan bahan kimia. Ingat, bahan kimia sangat membahayakan tubuh anda.

Bagaimana mekanisme terjadinya penyumbatan aliran darah ? Asap rokok yang anda hisap masuk ke dalam tubuh anda, awalnya ke jantung dan beredar melalui sistem peredaran darah. Semakin lama, timbunan nikotin yang terdapat dalam tubuh anda semakin banyak dan ini yang akan menyebabkan aliran darah anda tidak lancar karena nikotin yang mengendap dalam tubuh anda.

Merokok juga dapat menyebabkan kualitas dan kuantitas cairan sperma anda berkurang. Yang menyebabkan cairan ejakulasi sedikit, encer, sel sperma yang pergerakkannya lambat, dll yang akhirnya dapat menyebabkan kemandulan (susah mempunyai keturunan).

Berhentikanlah rokok anda sekarang juga, mulailah gaya hidup sehat... olahraga, berhenti merokok, alkohol, dll sekarang juga.

Senin, 06 Agustus 2012

ALASAN MENGAPA TELUR BAIK UNTUK SARAPAN


Telur merupakan bahan makanan yang sangat akrab dengan kehidupan kita sehari-hari. Telur sebagai sumber protein mempunyai banyak keunggulan antara lain, kandungan asam amino paling lengkap dibandingkan bahan makanan lain seperti ikan, daging, ayam, tahu, tempe, dll. Telur mempunyai citarasa yang enak sehingga digemari oleh banyak orang. Telur juga berfungsi dalam aneka ragam pengolahan bahan makanan. Selain itu, telur termasuk bahan makanan sumber protein yang relatif murah dan mudah ditemukan. Hampir semua orang membutuhkan telur. 

Sarapan sehat sudah dipercaya sebagai salah satu metode wajib yang dijalani bagi mereka yang tengah menjalankan program diet. Pasalnya, bukan hanya menjaga performa tubuh, namun sarapan sehat juga secara tidak langsung mengontrol nafsu untuk tidak makan lebih banyak saat siang hari. Nah, berikut ini beberapa alasan mengapa telur sangat baik untuk sarapan sebagaimana yang saya kutip dari web mediaindonesia.com berikut;

Salah satu menu sehat tersebut adalah telur. Para pakar diet dan kesehatan menyarankan untuk sarapan telur jika Anda ingin tetap menjaga berat  badan tidak bertambah. Bukan tanpa alasan, telur dipercaya sebagai menu sarapan karena telur bisa membuat perut kenyang lebih lama. Para peneliti di Pennington Biomedical Research di Louisiana, Amerika Serikat menemukan mereka yang diberi sarapan telur memiliki level ghrelin (hormon yang menstimulir keinginan makan) yang secara signifikan lebih rendah setelah tiga jam sarapan. Selain itu, dari laporan peneliti mereka juga menemukan tingginya level hormon PYY3-36 yang memberi sinyal kenyang pada tubuh.

Bagi Dr Nikhil Dhurandhar, sang pemimpin penelitian, diet dengan protein berkualitas lebih tinggi bisa meningkatkan kekenyangan, mendorong rasa penuh yang lebih baik, dan menjadi cara ampuh dalam memangkas bobot tubuh. Tracy Parker, pakar diet kesehatan jantung di British Heart Foundation (BHF) mengatakan temuan ini bisa membantu orang yang mencoba menurunkan berat badan atau berhenti mengudap. Namun lanjutnya, harus diingat cara pemasakan yang lebih sehat. Sebaiknya telur direbus daripada digoreng. Serta hindari menambahkan mentega pada telur orak-arik. (mediaindonesia.com)
Nah, mulai sekarang jangan ragu dan bosan untuk sarapan dengan telur karena sangat baik bagi kesehatan kita dengan kandungan proteinnya yang tinggi, trims telah menyimak artikel mengenai alasan mengapa telur sangat baik untuk sarapan.

Beranda