Selasa, 26 Maret 2013

Cara Pasang Buku Tamu/Cbox Di Blog

Hallo Bulan Agustus Ini Saya Libur Bekerja loh Di Kantor Saya Dan Saya Habiskan Waktu Saya Saat Bulan Ini Dengan Blogging ^_^ hehehe...(Ketawa Lagi....!! ketawa Lagi Biar lebar mulut loh...hehehe)
aduh, gak usah basa-basi langsung aja tengok isi buku tamunya lihat Gambar:

(Klik Untuk Memperbesar)

OK Langsung Ajah Langkah-Langkahnya:
1. Kunjungi Situsnya di: http://www.cbox.ws/
2. Klik Get Your Own Free Cbox Now!.
(Klik Untuk Memperbesar)
 3. Lengkapi From Pendaftaran Seperti Gambar Yang Ada dibawah ini Dan Jangan Lupa Setelah Melengkapi From Pendaftaran Di Bawah Beri Centang Yang Ditunjuk:
Setelah itu Klik Create My Cbox.
4. Kemudian Klik Publish (Kalau Berhasil Melengkapi From Pendaftaran Di atas). Jika Gambar Tidak Tampil Seperti Gambar Di Bawah Maka Harus Login Terdahulu Dan Tampilannya Akan Seperti Dibawah ini (Jika Sudah Login).
5. Setelah Itu Lengkapi Step 1-3 Dan Copy Paste Kodenya Simpan di Notepad.
Cara Pasang Buku Tamu:

1. Sign In Dulu Di Blogger kamu

2. Pilih Tata Letak.

3. Tambah Gadget/add Gadget

4. Pilih Html/Javascript

5. Copy Kode di bawah ini:

<style type="text/css">
#gb{
position:fixed;
top:50px;
z-index:+1000;
}
* html #gb{position:relative;}
.gbtab{
height:100px;
width:30px;
float:left;
cursor:pointer;
background:url('https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj4tRhKbBnqUS68xSplCmYmoxXKCcyRrTSSwEvzz_wY3yeVOzcV4yN5h_huM0QYC6YWyTQHBzqa48m_BxYPQnwuBbMU6_OgaF3TeYhgulADfL7b_z1PeGG9Jwe-Qyddj30kzsgXANAAZFg/s1600/bukutamu.png') no-repeat;
}
.gbcontent{
float:left;
border:2px solid #A5BD51;
background:#F5F5F5;
padding:10px;
}
</style>
<script type="text/javascript">
function showHideGB(){
var gb = document.getElementById("gb");
var w = gb.offsetWidth;
gb.opened ? moveGB(0, 30-w) : moveGB(20-w, 0);
gb.opened = !gb.opened;
}
function moveGB(x0, xf){
var gb = document.getElementById("gb");
var dx = Math.abs(x0-xf) > 10 ? 5 : 1;
var dir = xf>x0 ? 1 : -1;
var x = x0 + dx * dir;
gb.style.right = x.toString() + "px";
if(x0!=xf){setTimeout("moveGB("+x+", "+xf+")", 10);}
}
</script>
<div id="gb">
<div class="gbtab" onclick="showHideGB()"> </div>
<div class="gbcontent">


Copy Kode Buku Tamu Tadi di Sini
 
<div style="text-align:right">
<a href="
http://ningsih-ps.blogspot.com/2012/08/cara-pasang-buku-tamucbox-di-blog.html"><blink>[Pasang Ini Juga]</blink></a>><a href="javascript:showHideGB()">
[Tutup]
</a>
</div>
</div>
</div>
<script type="text/javascript">
var gb = document.getElementById("gb");
gb.style.right = (30-gb.offsetWidth).toString() + "px";
</script></div></div>



Keterangan: 
a. Ganti Tulisan Yang Berwarna Biru dengan Kode Yang Sudah Di Copy Tadi Di Cbox.
b. Ganti Kode Yang Berwarna Pink dengan Kode Warna Yang Diinginkan Atau Kunjungi Link Kode Warna.
c. Anda Bisa Mengganti Kode Yang Berwarna Merah Dengan URL Gambar Yang Anda Sukai. 

6. Klik Simpan Dan Selesai.

Demikian Tutorial Dari Saya Semoga Bermanfaat Bagi Sobat Blogger Khususnya bagi Pemula dan terima kasih.

Sumber:ningsih-ps.blogspot.com

Senin, 25 Maret 2013

Adab Berkunjung

1. Allah berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
فَإِن لَّمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
لَّيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ مَسْكُونَةٍ فِيهَا مَتَاعٌ لَّكُمْ ۚ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا تَكْتُمُونَ
“ Hai orang – orang yang beriman , janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izi dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu ( selalu) ingat. Jika kamu tidak menemui seorang pun didalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapatkan izin. Dan jika dikatakan kepadamu : “ kembali ( saja)lah maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Tidak ada dosa atasmu memasuki rumah yang tidak disediakan untuk didiami, yang di dalamnya ada keperluanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.” (An Nuur : 27-29)
2. ini adalah adab-adab syar’i yang Allah telah mengajarkan hamba-Nya dengan adab tersebut, yaitu meminta izin. Allah memerintahkan mereka untuk tidak masuk rumah selain rumah mereka sampai mereka dipersilahkan yaitu meminta izin sebelum masuk dan mengucapkan salam setelahnya. Dan hendaknya meminta izin sebanyak tiga kali, apabila diizinkan. Kalau tidak maka harus kembali.
Sebagaimana hadist dalam kitab Shahih, bahwasannya Abu Musa ketika izin kepada Umar tiga kali, tetapi belum di izinkan untuknya dia pulang. Kemudian Umar berkata :” Apakah kalian tidak mendengar suara Abdullah bin Qais meminta izin? Izinkanlah ia : “ maka mereka mencari Abu Musa tetapi Abu Musa telah pergi. Ketika dia datang setelah itu, Umar bertanya : “ Apa yang menyebabkanmu kembali? Dia menjawab : “saya telah meminta izin tiga kali dan belum diizinkan untukku. Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda :
“ Apabila kalian telah meminta izin tiga kali dan belum diizinkan maka kembalilah.” [ Muttafaqun’alaih].
Maka Umar berkata “ kamu harus mendatangkan saksi kepadaku ( tentang hadist tersebut-pent). Kalau tidak aku akan memukulmu.
Maka Abu Musa pergi kepada sekelompok orang Anshor dan dia menyebutkan kepada mereka perkataan Umar. Maka mereka menyatakan :” tidak perlu menjadi saksi bagimu,kecuali orang yang paling kecil diantara kami ( maksudnya perkara ini telah di ketahui sampai anak – anak, pent). Maka Abu Sa’id memberikan hadist kepada Umar dengan yang seperti itu. Maka Umar berkata : “ telah melalaikanku jual beli di pasar-pasar daripada hadist ini “ [ Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 3/278]
Faedah dari ayat dan hadist tersebut :
1. orang yang mengunjungi tidak boleh masuk rumah sebelum meminta izin dari pemilik rumah dan sebelum mendapat sambutan dan dipersilahkan untuk masuk.
2. orang yang mengunjungi harus mulai mengucapkan salam dari yang dikunjungi dengan mengatakan Assalammu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Firman Allah Ta’ala :
فَإِذَا دَخَلْتُم بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِندِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً ۚ
“ Maka apabila kamu memasuki ( suatu rumah dari ) rumah – rumah ( ini) hendaklah kamu memberi salam kepada ( penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri. Salam kepada mereka, salam yang di tetapkan dari sisi Allah, yang di beri berkat lagi baik.” [ An Nuur : 61]
3. Mujahid berkata : apabila kamu masuk masjid maka katakanlah : “ Semoga keselamatan atas Rasulullah” , dan apabila kamu masuk kepada keluarga maka ucapkan salam kepada mereka, apabila masuk ke rumah yang tidak ada orangnya maka katanlah :
Assalamu’alainaa wa’ala ‘ibaadillahish sholikhin
“ semoga keselamatan atas kami dan atas hamba-hama Allah yang shalih”
Qatadah menambahkan : sesungguhnya para malaikat menjawab salam tersebut. [lihat Tafsir Ibnu Katsir : 3/05]
Tidak ada perbedaan lafazh untuk laki-laki dan perempuan.
4. Tidak boleh bagi wanita untuk masuk ke rumah seorang tanpa izin sebagaimana kebiasaan sebagain mereka. Karena bisa jadi ada laki-laki sendirian di dalam rumah atau ada laki-laki yang sedang tidur.
5. Jauhilah untuk membiasakan istri dan anak-anakmu berdusta. Misalkan kamu nasehati mereka agar ketika pintu diketuk mereka mengatakan : “ tidak ada “ padahal kamu berada di rumah, apabila karena sibuk dan tidak bisa menemui atau keluar sepantasnya meminta maaf. Yang seperti itu lebih baik di dunia dan akherat. Firman Allah Subhanahuwata’la :
وَإِن قِيلَ لَكُمُ ارْجِعُوا فَارْجِعُوا ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ
“ dan jika dikatakan kepadamu : “ kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih baik bersih bagimu. “ [ An Nuur : 28]
6. tidak boleh bagi orang yang mengunjungi untuk memandang ke dalam rumah  ketika meminta izin, karena izin itu diisyaratkan karena sebab pandangan. Rasulullah bersabda :
“ siapa yang memandang ke dalam rumah suatu kaum tanpa izin mereka, maka telah halal bagimu tersebut untuk mecongkel matanya” [HR. Muslim]
Dan dahulu, apabila Nabi mendatangi pintu suatu kaum beliau tidak mengadap ke pintu persis depannya, namun ke pojok kanan atau kiri dan mengatakan “Assalammu’alaikum, assalammu’alaikum [ Hadist shahih riwayat Ahmad]
7. jangan kamu masuk ke rumah yang pemiliknya tidak ada di dalam rumah atau salah satu anak yang laki-laki yang dewasa, berdasarkan firman Allah Ta’ala :
فَإِن لَّمْ تَجِدُوا فِيهَا أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ
“ jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapatkan izin.” [An Nuur : 28]
Dan tidak dianggap izinnya dari perempuan yang bukan mahramnya seperti istrinya, anak perempuan paman ataupun istri suadaranya.
8. Wajib meminta izin masuk ketika mengunjungi kerabat seperti rumah pamanmu, saudaramu, bahkan termasuk sunnah adalah kamu meminta izin kepada sudara-saudara perempuanmu. Ibny Juraij berkata : “ saya mendengar ‘Atha bin Abi Rabbah di beri kabar dari Ibnu Abbas bahwa ia berkata tiga ayat yang manusia menolaknya adalah firmannya :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
“ Hai manusia sesungguhnya kam menciptakan kamu dan seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenall [Al Hujurat : 13]
Atha’ berkata : saya katakan : apakah saya meminta izin kepada saudara-saudara perempuanku agar anak-anak yatim dalam asuhanku bersama saya dalam satu rumah? Ibnu Abbas menjawab : ya kemudian pertanyaan itu saya ulang  agar dia memberikan rukhshoh ( keringanan ) kepada saya tetapi dia enggan dan berkata : apakah kamu ingin melihatnya dalam keadaan tidak memakai baju? Saya menjawab : tidak, dia berkata : mintalah izin .
Adapun istri saudara, paman dari pihak bapak atau ibu, dan saudari istri, maka tidak boleh berkhalwat ( berduan ) dengan salah seorang dari mereka dalam satu rumah, tidak boleh pula melihat mereka dalam kedaan terbuka atau berhias. Rasulullah bersabda :
“ hati – hatilah kalian untuk masuk kepada wanita”
Maka seorang laki – laki anshor berkata: “ wahai Rasulullah, bagiamana pedapat engku tentang ipar?Rasul menjawab : “ Ipar adalah maut “
9. Apabila kamu masuk kerumah maka ucapkanlah salam kepada keluargamu, dan ajarilah mereka dengan suaraamu sebelum kamu masuk berdasarkan perkataan Jabir bin Abdullah :
“ apabila kamu masuk kepada keluargamu maka ucapkanlah salam kepada mereka, salam yang di tetapkan dari sisi Allah, yang di berkahi lagi baik.
10. biasakanlah anak-anakmu semenjak kecil meminta izin ketika mereka masuk ke rumah-rumah selain mereka masuk ke rumah-rumah selain mereka walaupun termasuk kerabat.
11. sangat baik apabila kunjunganmu sebentar saja, karena bisa jadi pemilik rumah sedang mempunyai janji atau sedang sibuk. Allah berfirman kepada kaum mukminin.
فَإِذَا طَعِمْتُمْ فَانتَشِرُوا وَلَا مُسْتَأْنِسِينَ لِحَدِيثٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ يُؤْذِي النَّبِيَّ فَيَسْتَحْيِي مِنكُمْ ۖ وَاللَّهُ لَا يَسْتَحْيِي مِنَ الْحَقِّ
“ dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu ( untuk menyuruh kamu keluar) dan Allah tidak malu ( menerangkan yang) yang benar. “ ( Al Ahzab : 53)
12. orang yang mengunjungi walaupun buta harus tetap meminta izin sebagaimana yang lain agar para wanita berhijab darinya dan berkhalwat dengannya tetap haram. Dari Ummu Salamah, dia berkata : saya pernah berada di sisi Nabi dan juga Maimunah. Maka datanglah Ibnu Ummi Maktum sampai masuk menemui beliau, dan ketika itu setelah kita diperintahkan untuk berhijab. Maka Rasulullah bersabda :
“ berhijablah kalain berdua darinya”. Maka kami katakan : wahai Rasulullah  bukankah dia buta, tidak melihat kami dan kami tidak akan melihat? Beliau menjawab : apakah kalian berdua buta? Bukankah kalian melihatnya? [HR At Tirmidzi, dan Ibnu Hajar berkata : Isnadnya kuat]
13. tidak boleh melihat hijab atau surat saudaranya tanpa izin, karena bisa jadi ada didalamnya  yang bersifat rahasia
( diambil dari buku , Kiat Sukses Mendidik Anak, Pustaka Al Haura’)

Tinggalkan Hal Yang Tidak Penting



Syarh Hadits ke-12 Arbain anNawawiyyah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْه [حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Di antara kebaikan Islam seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak peting (berguna) baginya” “. (Hadits Hasan riwayat Tirmidzi dan lainnya)
PENJELASAN
Keislaman seseorang ada yang baik dan ada yang tidak baik. Salah satu bentuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat (berguna) baginya dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Apa hasil yang akan dicapai jika keislaman seseorang semakin baik? Semakin seseorang memperbaiki dan menyempurnakan keislamannya, maka semakin besar pahala yang diterima setiap ia beramal sholeh.
إِذَا أَحْسَنَ أَحَدُكُمْ إِسْلَامَهُ فَكُلُّ حَسَنَةٍ يَعْمَلُهَا تُكْتَبُ لَهُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ
Jika seseorang membaguskan keislamannya, maka setiap kebaikan yang ia perbuat akan tecatat 10 kali lipat hingga 700 kali lipat (H.R alBukhari dan Muslim)
Baiknya keislaman seseorang berbeda-beda dan bertingkat-tingkat satu sama lain. Setiap orang yang berbuat kebaikan, secara asal akan mendapat kelipatan kebaikan 10 kali lipat. Ini berlaku untuk semua orang.
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَى إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ
Barangsiapa yang datang dengan membawa kebaikan maka bagi dia akan mendapatkan 10 kali lipat. Barangsiapa yang datang dengan membawa keburukan, tidaklah ia dibalas kecuali sama dengannya dan mereka tidak didzhalimi (Q.S al-An’am:160)
Khusus orang yang baik keislamannya, kelipatan kebaikan yang ia perbuat akan lebih dari 10 kali lipat, yaitu hingga 700 kali.
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا
Sesungguhnya Allah tidaklah berbuat dzhalim meski sebesar dzarrah. Jika ada kebaikan yang diperbuat, Allah akan melipatgandakannya dan memberikan padanya pahala yang agung (Q.S anNisaa’:40)
Itu adalah penjelasan dari Sahabat Nabi Ibnu Abbas, bahwa secara asal setiap orang akan mendapatkan kelipatan 10 kali dari kebaikan yang diperbuat. Hanya untuk orang-orang yang bagus keislamannya, maka kelipatan pahala akan semakin banyak.
Perkataan Para Ulama’
Al-Imam asy-Syafi’i berkata : Barangsiapa yang ingin Allah membukakan dan menerangi hatinya, hendaknya ia meninggalkan ucapan yang tidak berguna dan menjauhi kemaksiatan (Tahdziibul Asmaa’ karya al-Imam anNawawy (1/79))

Saif al-Yamani menyatakan : Sesungguhnya salah satu tanda bahwa Allah berpaling dari seorang hamba adalah Allah jadikan kesibukannya pada hal-hal yang tidak berguna (Thobaqoot alMuhadditsiin bi Asbahaan karya Abusy Syaikh al-Asbahaany (3/150)

Malik bin Dinar berkata : Jika engkau melihat hatimu menjadi keras, badanmu lemah, dan kekurangan pada rezekimu, ketahuilah bahwa engkau telah berbicara sesuatu hal yang tidak perlu (Faidhul Qodiir karya alMunawi (1/369))
Contoh Hal-hal yang tidak penting dan tidak berguna bagi seseorang
                                                                               
  1. Segala macam bentuk kesyirikan, kebid’ahan, dan kemaksiatan adalah hal-hal yang bukan saja tidak penting bahkan lebih dari itu justru memberikan kemudharatan dan kerugian di dunia dan akhirat.
  2. Ingin ikut campur urusan orang lain padahal tidak ada kaitannya dengan dia.
Contohnya adalah ikut mencuri dengar pembicaraan orang lain. Dalam hadits dinyatakan :
وَمَنِ اسْتَمَعَ إِلَى حَدِيثِ قَوْمٍ وَهُمْ لَهُ كَارِهُونَ أَوْ يَفِرُّونَ مِنْهُ صُبَّ فِي أُذُنِهِ الْآنُكُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Dan barangsiapa yang menyimak percakapan satu kaum padahal mereka tidak suka (didengar) atau akan menjauh darinya (jika tahu), akan dituangkan timah panas pada telinganya di hari kiamat (H.R alBukhari)
Termasuk bagian ini adalah ingin mengetahui kabar keseharian orang lain yang tidak penting untuk diketahuinya. Sebagian saudara kita kaum muslimin ada yang ikut-ikutan kebiasaan orang kafir untuk selalu mengikuti gosip maupun aktifitas keseharian para selebritis. Sungguh suatu hal yang sia-sia dan tidak berguna.
Demikian juga sikap sebagian orangtua yang terlalu masuk dalam urusan rumah tangga anaknya yang sudah berkeluarga. Tidak sedikit perceraian terjadi karena hal ini, sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Athiyyah bin Muhammad Salim dalam Syarh alArbain anNawawiyyah. Seharusnya permasalahan rumah tangga sebisa mungkin tidak melibatkan pihak lain, kecuali jika keadaan mendesak dan butuh nasehat dari orang lain yang sholeh.
  1. Permainan yang melalaikan dari dzikir kepada Allah. Termasuk di antara hal ini adalah nyanyian dan musik.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
Dan di antara manusia ada yang membeli ‘lahwal hadiits’ untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa ilmu dan menjadikannya sebagai bahan ejekan. Bagi mereka adzab yang menghinakan (Q.S Luqman: 6)
Sahabat Nabi Ibnu Mas’ud sampai bersumpah 3 kali bahwa yang dimaksud dengan ‘lahwal hadiits’ dalam ayat itu adalah nyanyian (Tafsir at-Thobary (20/127)). Penafsiran ‘lahwal hadiits’ sebagai nyanyian juga berasal dari Aisyah dan Abu Umamah
Jual beli nyanyian dan pemasukan (penghasilan) dari nyanyian adalah haram, berdasarkan hadits :
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ الْمُغَنِّيَاتِ وَعَنْ شِرَائِهِنَّ وَعَنْ كَسْبِهِنَّ وَعَنْ أَكْلِ أَثْمَانِهِنَّ
Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam melarang dari membeli wanita penyanyi, menjualnya, penghasilannya, dan dari memakan harganya (H.R Ibnu Majah dari Abu Umamah)
Demikian juga alat-alat musik, dalam hadits dinyatakan:
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
Sungguh-sungguh akan ada kaum-kaum dari umatku yang menghalalkan zina, sutra (untuk laki-laki), khamr, dan alat-alat musik (H.R alBukhari)
Sahabat Nabi Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata :
الدُّفُّ حَرَامٌ وَالْمَعَازِفُ حَرَامٌ وَالْكُوبَةُ حَرَامٌ وَالْمِزْمَارُ حَرَامٌ
Rebana adalah haram, ma’aazif (alat musik) adalah haram, Kuubah (gendang kecil) adalah haram, dan seruling haram (riwayat alBaihaqy dalam as-Sunan al-Kubra no 21529, disebutkan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar dalam al-Mathoolibul ‘Aaliyah no 2247)
Demikianlah hukum alat musik secara asal. Dalam keadaan tertentu diperkecualikan, seperti penggunaan rebana oleh penyanyi wanita kecil dengan nyanyian yang tidak mengandung kemunkaran di hadapan para wanita pada waktu pernikahan.
  1. Berlebihan dalam hal-hal yang mubah, seperti terlalu banyak makan, terlalu banyak tidur, dan semisalnya.
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Dan makan dan minumlah, jangan melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas (Q.S al-A’raaf:31)
Rujukan :
Syarh al-Arbain anNawawiyyah dari Syaikh Abdurrahman as-Sa’di, Syaikh Sholih Aalu Syaikh, Syaikh Athiyyah bin Muhammad Salim, Syaikh al-Luhaimid,
Tahriimu Aalatit Thorb karya Syaikh al-Albany

Tinggalkan Keraguan

Ditulis Oleh Ustadz Abu Utsman Kharisman
(Syarh Hadits ke-11 Arbain AnNawawiyyah)
عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنِ بْنِ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ: حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ.
[رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح]
Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, cucu Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kesayangan beliau radhiallahu ‘anhuma telah berkata: “Aku telah menghafal (sabda) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu“.
(HR. Tirmidzi dan dia berkata: Ini adalah Hadits Hasan Shahih)
PENJELASAN
Perawi Hadits
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Hasan putra Ali bin Abi Tholib radhiyallaahu ‘anhuma, cucu Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam. Beliau dinyatakan oleh Nabi :
ابْنِي هَذَا سَيِّدٌ وَلَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يُصْلِحَ بِهِ بَيْنَ فِئَتَيْنِ مِنْ الْمُسْلِمِينَ
Putraku (cucuku) ini adalah pemuka (sayyid), dan semoga Allah akan mendamaikan dengan sebabnya 2 kelompok kaum muslimin (H.R al-Bukhari)
Terbukti, sikap beliau yang mau mengalah dan menyerahkan kekuasaan kepada Muawiyah menyebabkan 2 pasukan besar: dari Iraq dan pasukan dari Syam berdamai dan tidak terjadi pertumpahan darah.
Ketika Nabi meninggal, al-Hasan bin Ali masih berumur 7 tahun.
Meninggalkan hal-hal yang masih samar kehalalannya
Hadits ini merupakan dalil yang memberikan panduan bagi muslim untuk meninggalkan hal-hal yang masih samar (syubhat) dan meragukan. Sebagai contoh, jika ada suatu makanan atau harta yang kita ragu kehalalannya, maka tinggalkanlah, hingga kita yakin akan halalnya.
Semakna dengan hadits:
فَمَنِ اتَّقَى الْمُشَبَّهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ
Barangsiapa yang menjaga diri dari syubuhat, maka ia telah membersihkan agama dan kehormatannya (H.R alBukhari)
Keyakinan dalam Berbuat dan Kelapangan Jiwa

Seorang muslim membangun keyakinan dalam hatinya ketika berbuat. Karena itu, ia kokohkan ilmunya sebelum berbuat, sebab ilmu adalah landasan amal. Jika ada yang tidak ia pahami, ia tanyakan kepada orang yang berilmu sehingga ia mantap untuk beramal di atas keyakinan. Semakin bertambah keilmuan seseorang, semakin berkurang jumlah hal-hal yang meragukannya dalam syariat.
Ia juga tidak mau larut pada kasak-kusuk maupun isu yang tidak jelas jika ada saudaranya yang dicurigai. Ia akan melakukan tabayyun secara beradab hingga ia mendapat kepastian dan keyakinan dalam berbuat. Segala bentuk keraguan ia tinggalkan.
Ia akan berusaha bersikap jujur dan menjauhi kedustaan, karena kejujuran akan mewariskan ketenangan, sedangkan kedustaan menghasilkan kebimbangan dan ketidaktenangan.
فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ
Sesungguhnya kejujuran adalah ketenangan dan dusta adalah keraguan (H.R atTirmidzi, lanjutan potongan hadits al-Hasan di atas).
Jika ia ragu pada sebuah pilihan, ia akan bermusyawarah dengan orang yang ahli dan sholih kemudian beristikharah kepada Allah.

Penyebab kegalauan hati dan kebimbangan yang utama adalah kesyirikan. Seorang yang syirik, akan terombang-ambing dalam ketakutan dan ketenangan yang semu. Ketakutannya akan semakin menjadi-jadi ketika ia semakin bergantung kepada selain Allah.
Sebagai contoh, seorang yang minta tolong kepada Jin, maka ikatannya akan semakin kuat dan bertambah kuat. Semakin bergantung kepada pertolongan jin itu, semakin bertambah dosa dan ketakutannya
وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا
Dan bahwasanya ada beberapa manusia laki-laki meminta perlindungan kepada laki-laki Jin sehingga menambah kepada mereka ketakutan (Q.S al-Jin: 6)
Demikian juga orang yang menggunakan jimat, semakin bergantung pada jimat tersebut, semakin tidak tenang jiwanya
مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلَا أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلَا وَدَعَ اللَّهُ لَه
Barangsiapa yang menggantungkan jimat, semoga Allah tidak menyempurnakan keinginannya, barangsiapa yang menggantungkan wada’ah (sejenis jimat), semoga Allah tidak memberikan ketenangan padanya (H.R Ahmad, dishahihkan al-Hakim dan disepakati oleh adz-Dzahaby, al-Haitsamy menyatakan bahwa perawi-perawinya adalah terpercaya, al-Munawi menyatakan bahwa sanadnya shahih)

Orang yang tidak beriman penuh dengan keragu-raguan dalam jiwanya
إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ
Sesungguhnya yang akan meminta idzin kepadamu hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya (Q.S atTaubah:45)

Kaidah Fiqh: Keyakinan Tidak Bisa Dihilangkan dengan Keraguan
Salah satu kaidah fiqh yang dibangun dari dalil-dalil al-Quran dan hadits adalah : al-yaqiinu laa yuzaalu bisy-syak (keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan keraguan). Hadits ini adalah salah satu dari sekian banyak dalil yang mendasari kaidah tersebut, untuk meninggalkan keraguan menuju hal yang meyakinkan.
Sebagai contoh, jika seseorang ragu apakah ia sudah berwudhu’ lagi atau belum setelah sebelumnya batal, maka yang dijadikan patokan adalah kepastian bahwa ia sudah batal. Yang meragukan adalah berwudhu’ lagi. Keraguan tersebut tidak diperhitungkan. Maka ia harus berwudhu’ lagi.
Sebaliknya, dalam kasus yang lain: jika ia ragu apakah sudah batal wudhu’ atau belum, maka yang diambil adalah keyakinan bahwa ia masih suci. Batalnya wudhu’ berdasarkan keraguan. Maka persangkaan batal wudhu’ itu hendaknya ditinggalkan, karena berdasar keraguan. Ia tidak wajib berwudhu’ lagi kecuali jika ia ingin berwudhu’ untuk mendapatkan keutamaan, karena tidaklah seorang berwudhu’, kecuali akan berjatuhan dosa-dosanya ketika air wudhu’ berjatuhan dari jari jemarinya. Berbeda halnya jika ia yakin bahwa wudhu’nya sudah batal, maka ia wajib berwudhu’ jika akan sholat.
Referensi :
Taisiir Kariimir Rahman fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan (Tafsir as-Sa’di)
Fathul Qowiyyil Matiin karya Syaikh Abdul Muhsin alAbbad
atTuhfatur Robbaniyyah karya Syaikh Ismail bin Muhammad al-Anshary
Syarh al-Arbain anNawawiyyah karya Syaikh Muhammad bin Sholeh alUtsaimin
Syarh al-Arbain anNawawiyyah karya Syaikh Athiyyah bin Muhammad Salim
Syarh al-Arbain anNawawiyyah karya Syaikh Sholeh Aalu Syaikh
Syarh al-Arbain anNawawiyyah karya Sulaiman bin Muhammad al-Luhaimid

Bad Sector Pada Hardisk

Saat anda mengoperasikan komputer anda, Anda mungkin menerima pesan kesalahan yang menunjukkan hard disk Anda mungkin mengandung bad sector. Kesalahan biasanya ditandai sebagai “CRC” atau “Cyclic Redundancy Error”". Beberapa file data Anda hilang, tidak dapat dibaca atau rusak dan tidak dapat untuk mengakses file dan folder tertentu. Ini mungkin merupakan penyebab masalah bad sector. Sektor adalah ruangan penyimpanan pada hard disk. Dan sektor buruk adalah sektor pada disk dimana data tidak dapat ditulis atau dibaca karena kerusakan fisik atau inkonsistensi paritas dalam pemeriksaan bit pada disk. Setiap data yang ditulis atau disimpan pada area yang mungkin hilang atau rusak. Data yang berada pada bagian sektor disk yang lain mungkin tidak terpengaruh dan disk masih dapat digunakan jika bad sectornya sedikit.
Ada beberapa penyebab Bad sector antaralain :
  1. Melemahnya magnetik dari piringan hardisk dan kesalahan mekanis. Kemungkinan, daerah magnetik disk kehilangan magnet dan karenanya ketidakmampuan untuk menyimpan data.
  2. Akibat dari guncangan atau getaran, dimana saat anda mengoperasikan komputer, dan saat hardisk sedang melakukan proses baca dan tulis, bila terjadi goncangan atau getaran, dapat menyebabkan head akan menggesek piringan dari hardisk sehingga menyebabkan goresan pada piringan, sehingga terjadi bad sector.
  3. Daya listrik yang menurun secara tiba-tiba saat hardisk melakukan proses baca dan tulis, sehingga head akan terhenti mendadak dan bekerja mendadak saat daya listrik naik lagi secara tiba-tiba, dimana head dapat menggesek piringan hardisk
  4. Akibat dari susunan file pada hardisk tidak teratur, sehingga head tidak teratur dalam membaca urutan file yang dibutuhkan sebuah aplikasi, yang lama-kelamaan head dapat menggesek plater dari hardisk dan mengakibatkan bad sector pada hardisk
Bad sector tersebut memiliki kecenderungan untuk menyebar dan biasanya tidak dapat diperbaiki. Ketika Bad sector menyebar, dapat menyebabkan ketidakstabilan sistem ketika file sistem penting lainnya rusak. Data yang rusak ringan masih dapat diperbaiki dengan beberapa software.
Tanpa anda ketahui, bad sector juga bisa disebabkan oleh pemeriksaan Parity yang buruk saat menyalin bit pada disk. Pada hardisk modern data akan disimpan secara transparan dan akan menyimpan menyimpan Parity bit bersama-sama dengan data. Ketika data dibaca, bit paritas juga diambil dan dibandingkan untuk menjamin integritas data. Hal ini berlangsung tanpa sepengetahuan user. Ketika bit parity rusak untuk beberapa alasan, kemudian akan berakibat pada kesalahan bad sector. Dalam hal ini, melalui beberapa perangkat lunak pemulihan proprietary, ADRC benar-benar bisa memperbaiki bad sector tanpa kehilangan data dengan mengoreksi atau menulis ulang bit-bit Parity yang rusak pada disk.
Sangat sering bad sector dapat terjadi sebagai akibat dari head gagal dalam melakukan proses baca dan tulis. Ketika head gagal dapam proses membaca dan menulis dan menafsirkan sinyal magnetik normal, selain itu bad sector juga bisa terjadi karena tanda-tanda awal disk crash karena mengalami penurunan kinerja.
Solusi untuk Masalah Bad Sector Jika disk masih bekerja dengan baik, segera backup data penting untuk menghindari hilangnya data lebih lanjut. Jika sistem merespon kemacatan data saat anda mengcopy data yang penting itu berarti data anda ada tersimpan pada lokasi bad sector tersebut dan susah dikembalikan.
Umumnya, proses format penuh harus dapat “menutupi” bad sector atau mengalokasikan sektor buruk dalam tabel alokasi file. dan anda bisa terus menggunakan disk sementara sistem operasi akan memperhatikan lokasi bad sector dan menghindari sector tersebut.
Utilitas lain seperti CHKDSK umum yang disediakan oleh Sistem Operasi Windows dapat membantu untuk mendeteksi dan menandai bad sector. Selama scan pada permukaan piringan hardisk, head akan mencoba untuk menulis data ke sektor itu dan kemudian membaca kembali apakah bekerja atau tidak. Jika proses baca dan tulis tidak dapat dilakukan, sektor ini ditandai sebagai bad sector karena tidak dapat digunakan. Sistem operasi akan mencatat sektor tertentu dan menghindari pemakaian sektor tersebu. Setelah itu, bad sector akan dipetakan ke sektor khusus pada drive yang disediakan.
Untuk memeriksa bad sector pada hardisk, anda dapat melakukannya dengan cara :
  1. Double klik My Computer, kemudian klik kanan partisi hardisk anda, contohnya C, D atau E yang ingin anda periksa.
  2. Kemudian Klik Properties, Lalu klik tombol Tools.
  3. Selanjutnya klik Check now.
Bila anda temukan Bad sector pada hardisk anda, bagaimana cara memperbaikinya?
Bila bad sector pada hardisk anda masih bad sector yang ringan anda dapat memperbaikinya dengan cara :
  1. Menggunakan fasilitas check now diatas, dan pilih fasilitas repair
  2. Menggunakan beberapa software seperti HDD Regenerator, atau software Low Level Format
Bila bad sector sudah banyak maka siap-siap anda harus membackup data anda dan membeli hardisk baru

Blue Screen STOP 0x000000D1

Bila anda menerima pesan kelsalahan  “STOP 0x000000D1″ pada Windows XP/vista/7 Paket Layanan 2-berbasis komputer portabel
STOP 0x000000D1 DRIVER_IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL” pesan kesalahan pada komputer portabel yang menggunakan processor Intel Pentium M prosesor mobile. Pesan kesalahan akan muncul saat pengguna beralih dari pemakaian baterai ke pemakaian  power listrik (AC), atau sebaliknya. Seharusnya saat anda menginstall Laptop anda menggunakan charger, sampai selesai
Bila Anda menginstall Microsoft Windows XP Sp2 berbasis komputer portabel dari Power AC  DC (baterai), atau sebaliknya, Anda mungkin menerima pesan galat Stop yang mirip dengan berikut:
STOP 0x000000D1 (0x0000000C, 0×00000002, 0×00000000, 0xF8E26A89)
gv3.sys – Address F8E26A89 base at F8E26000, Datestamp 3dd991eb
Masalah ini dapat terjadi pada komputer portabel (laptop atau Notebook) yang menggunakan processor Intel Pentium M (Centrino) prosesor mobile jika driver prosesor Gv3.sys dipaksa diinstal Windows XP SP2.
Dirver prosesor Gv3.sys diluncurkan untuk mendukung fitur manajemen daya prosesor Intel Pentium M prosesor mobile yang menjalankan Windows XP dan Windows XP SP1. Driver ini sekarang usang dan tidak didukung pada Windows XP SP2. drive prosesor Gv3.sys telah digantikan oleh driver prosesor Intelppm.sys. drive prosesor Gv3.sys mungkin telah salah dipaksa diinstal di Windows XP SP2 dengan menggunakan program instalasi utilitas driver OEM.
Untuk mengatasi masalah ini, gunakan metode berikut untuk memulihkan drive prosesor ke drive yang tepat. Driver yang benar, Intelppm.sys, disertakan dengan Windows XP SP2.
Untuk menentukan prosesor mana yang diinstal, ikuti langkah berikut:
  1. Klik Start, klik Run, ketik devmgmt.msc, kemudian tekan ENTER.
  2. Pada Device Manager, expand Processors.
  3. Klik kanan Prosesor Intel Pentium M, dan kemudian klik Properties.
  4. Klik tab Driver.
  5. Klik Driver Details.
Jika Anda menggunakan sistem Windows XP SP2 dan menginstall drive prosesor Gv3.sys, Anda harus memperbarui ke drive prosesor Intelppm.sys untuk memperbaiki masalah ini. Untuk melakukannya, ikuti langkah-langkah.
  1. Klik start, klik Run, ketik devmgmt.msc, kemudian tekan ENTER.
  2. Pada Device Manager, expand Processors.
  3. Klik kanan Prosesor Intel Pentium M, dan kemudian klik Update Driver.
     Update Driver Wizard akan dimulai.
  1. Jika Anda diminta Can Windows connect to Windows Update to search for software?, Klik No, not at this time, kemudian klik Next.
  2. Klik Install the software automatically (Recommended), dan kemudian klik Next.
  3. Klik Finish.
Anda harus me-restart komputer Anda untuk menyelesaikan instalasi.

Perbedaan Laptop, Notebook dan Netbook

Perbedaan Laptop, Notebook, dan Netbook bagi sebagain orang memang bukan pengetahuan yang asing. Namun ternyata tidak sedikit orang yang masih bingung dan tidak tahu perbedaan antara laptop, notebook, dan netbook. Kali ini akan coba dibahas perbedaan antar ketiganya.
Istilah laptop, notebook, maupun netbook sering kali saling tumpang tindih dalam penggunaannya. Ini lantaran masih ada saja beberapa orang yang bingung dengan perbedaan antara laptop, notebook, maupun netbook.
Laptop. Laptop adalah sebutan umum untuk Notebook dan Netbook. Jadi Laptop dapat diartikan sebagai netbook maupun notebook. Atau bisa juga dikatakan Laptop terdiri atas dua jenis yaitu Notebook dan Netbook. Asal katanya tetap sama yaitu merujuk pada komputer yang digunakan di pangkuan (lap).
Perbedaan Notebook dan Netbook.
  1. Dari segi ukuran, Netbook biasanya memiliki ukuran yang lebih kecil daripada Notebook. Biasanya berukuran antara 7-12 inci. Nah, sedangkan Notebook sendiri ukurannya lebih besar, biasanya mulai dari 12 inci ke atas.
  2. Dari segi performa, Netbook biasanya didesain untuk melakukan kinerja ringan seperti mengolah data Word, spreadsheet (Excel), slide (Powerpoint), internetan, memainkan permainan ringan, dan sebagainya. Sedangkan Notebook, menawarkan performa yang lebih berat, misalnya kecepatan pengolahan data yang lebih cepat dan kemampuan multimedia yang handal.
  3. Dari segi harga, Harga Netbook biasanya relatif lebih murah, sekitar 2 jutaan. Sedang Notebook harganya paling tidak ada di kisaran 4 jutaan dengan spesifikasi diatas standar.
  4. dari segi penggunaan, Notebook lebih cocok digunakan oleh orang yang bekerja “maksimal”, misalnya untuk proses editing, atau desain kreatif lainnya. Sementara Netbook lebih cocok untuk pengguna yang kegiatannya lebih banyak mengolah data ringan sampai sedang, menjelajah internet, dan menonton video.
Nah, sekarang sudah jelas, kan perbedaan antara Laptop, Notebook, dan Netbook.

Fungsi Refresh Pada Komputer

Kebanyakan pengguna komputer terutama komputer dengan Operating System keluaran Windows pernah atau bahkan sering menekan tombol Tombol Klik Kanan lalu klik Refresh pada Desktop atau menggunakan tombol shortcut-nya pada keyboard yaitu tombol fungsi F5, dengan maksud  agar komputer lebih cepat bekerja, sehingga hal ini menjadi kebiasaan dimanapun dan pada komputer siapapun akan melakukan hal yang sama
Yang mengkhawatirkan dari mereka, mungkin karena mereka tidak tahu alasan sebenarnya mengapa mereka menekan tombol ini. Parahnya lagi, mereka yang memiliki alasan kuat mengapa mereka menekan tombol ini justru meyakini mitos yang salah tentang fungsi tombol refresh tersebut.
Perlu diketahui refresh pada desktop berbeda dengan refresh page atau reload page pada browser. Kadangkala karena lalu lintas internet yang padat, ada halaman internet yang tidak dapat dimuat secara sempurna. Fungsi refresh pada browser ini adalah untuk memuat kembali halaman yang gagal dimuat sebelumnya. Sedangkan, refresh pada desktop memiliki fungsi yang berbeda dengan tombol refresh yang terdapat di dalam browser. Kebanyakan pengguna komputer baru atau awam, seperti penulis sendiri, pada awalnya meyakini bahwa tombol refresh berfungsi untuk meng-update atau memperbaharui kondisi siaga (idle) komputer setelah terjadi perubahan dan menghapus perintah sebelumnya dari RAM, sehingga komputer yang kita gunakan akan berjalan dengan lebih lancar dan lebih cepat. Namun, seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, ternyata merupakan mitos semata.
Fungsi Tombol Refresh Desktop yang Sebenarnya Refresh desktop sebenarnya digunakan untuk memperbaharui tampilan atau memuat kembali tampilan yang ada di desktop setelah terjadi suatu perubahan. Refresh desktop tidak berfungsi untuk memperbaharui kembali kondisi RAM, dan tidak membersihkan komputer anda atau menyegarkan komputer anda. Oleh karena itu refresh desktop juga tidak menyumbangkan peningkatan performa apa pun pada kinerja komputer. Untuk lebih memudahkan anda dalam memahami penjelasan fungsi tombol refresh desktop ini, maka perhatikan ilustrasi berikut.
Kadangkala bila anda melakukan perubahan pada shortcut di desktop, perubahan tersebut tidak ditampilkan secara instan. Pada kasus ini, barulah anda perlu untuk melakukan refresh pada desktop anda untuk menampilkan perubahan yang telah dilakukan di desktop. Contohnya, anda telah mengatur shortcut di desktop agar namanya sesuai dengan urutan abjad. Saat anda menambahkan shortcut baru pada desktop, shortcut baru tersebut tidak akan langsung tersortir sesuai urutan abjad, tetapi akan berada di bagian paling bawah daftar shortcut.
Jika anda menekan tombol refresh desktop, semua shortcut akan diatur ulang kembali dan shortcut yang baru tersebut akan menempati posisinya sesuai abjadnya. Ini adalah fungsi tombol refresh desktop yang sebenarnya. Selain itu, refresh juga punya fungsi yang sama pada Windows Explorer. Jadi, bila anda punya kebiasaan melakukan refresh pada desktop anda berkali-kali tanpa mengetahui maksud dan fungsi sebenarnya tombol ini, maka anda sebaiknya menghentikan kebiasaan tersebut. Karena anda hanya membuang waktu dan perhatian anda untuk melakukan pekerjaan yang sebenarnya sia-sia.

Sabtu, 23 Maret 2013

MANAQIB

Definisi Manaqib
    Kata “Manaqib” sinonim (murodif) dengan sejarah / tarikh, hikayah, qisah, hikayah dan biografi. Semua­nya mempunyai pengertian yang sama, meskipun lafadz dan pembacaan ungkapannya berbeda.
   Manaqib adalah sesuatu yang diketahui dan dikenal pada diri seseorang berupa perilaku dan perbuatan yang terpuji di sisi Allah SWT, sifat-sifat yang manis lagi menarik, pembawaan dan etika yang baik lagi indah, kepribadian yang bersih, suci lagi luhur, kesempurnaan-kesempurnaan yang tinggi lagi agung, serta karo­mah-karomah yang agung di sisi Allah SWT..
    Banyak dan besar sekali manfa'at, keberkahan dan hikmah ser­ta kebaikan-kebaikan yang terdapat di dalamnya. Bahkan Manaqib akan menarik perhatian orang yang men­de­ngarkannya, menguatkan dan mengokohkan hati para murid (orang yang sedang berjalan menuju kehadirat Allah SWT. di bawah bimbingan dan tuntunan seorang Guru Thoriqoh) serta akan membangkitkan semangat orang yang telah sampai dan disam­pai­kan bersimpuh kehadirat Allah SWT..
   Kalau kita berpikir secara jernih dan obyektif, mau me­ngambil pelajaran serta berpikir panjang, niscaya kita akan men­dapatkan sesuatu yang banyak, besar dan agung yang tercakup dan terkandung dalam Al Qur'an Al Karim. Yakni cerita-cerita Para Nabi dan Rasul, umat-umat yang telah lewat baik umat yang beriman, ta'at, sholeh, kafir, syirik, munafik, ingkar, me­nen­tang atau yang melakukan dosa-dosa besar. Dan Allah SWT. telah menjelaskan dan menerangkan secara umum dengan Surat Al Qishos, Al Anbiyaa', Ali Imran, Kahfi, Al Mu'mi­nun, Bani Israil, As Saba', Ar Ru­um, Al Jin, Al Kafi­run, Al Munaafiqun, bahkan dalam Al Qur'an diceritakan tentang semut dan lebah. Dan seca­ra khusus dengan menyebutkan nama orang yang di­ceri­­ta­kan atau ke­bai­kan sifat dan tabi'atnya (Shohibul Manaqib), seperti Surat Muhammad, Tho­Hha, Yasin, Nuh, IbraHhim, Yusuf, Yunus, Hud, Luqman, Maryam 'Alai­Hhimush Sholatu Was Salaam dan lain sebagainya. Begitu juga Isro' dan Mi'roj Baginda Ha­bi­billah, Rosulillah Muhammad SAW..
   Dalam Hadits-Hadits Shohih, Mutawatir, Mashur dan lain sebagainya, Baginda Ha­bi­billah, Rosulillah Muhammad SAW. menyebutkan dan menceritakan kisah dan manaqib keluarga dan shohabatnya baik itu Kaum Muhajirin, Anshor, Shuhada', dan sebagainya Radhia AllaHhu 'anHhum. Bahkan Imam Al Bukhory RA. dalam kitab Shohihnya menjelaskan dan menulis dalam tempat yang tersendiri dengan sub pembahasan: Kitabul Manaqib, Kitabu Fadhoo-ili Ashhabir RosulillaHh RA., dan Kitab Manaqibil Anshor. Imam Muslim RA. dalam kitab Shohihnya menjelaskan dan menu­lis dengan sub pembahasan: Kitabul Fadhoo-il dan Kitabu Fadhoo-ilish ShohabaHh. Imam Abi Dawud RA. dalam kitab Sunannya menjelaskan dan menulis dengan sub pembaha­san: bab fi Fadhli Ashhabir Rosul SAW.. Imam Turmudzi RA. dalam kitab Sunannya men­jelaskan dan menulis dengan sub pembaha­san: Kitabul Manaqib 'An Rosulullahh SAW.. Imam An Nasa'i RA. dalam kitab Sunan­nya menjelaskan dan menulis dengan sub pembahasan: Babul Wafa' bin nadzri.  Imam Ibnu Majah RA. dalam kitab Sunannya menjelaskan dan menulis dengan sub pembahasan: Babu fi fadhoo-ili Ashhabir RosulillaHh SAW. Dan lain sebagainya dari kitab-kitab yang mu'tabar dan yang mu'tamad seperti: Kitab Syamaa-ilil MuhammadiyyaHh karya Imam Turmudzi RA., Kitab Syamaa-ilir Rasul SAW. karya Imam Ibnu Katsir RA., Kitab Dalaa-ilin NubuwwaHh karya Imam Al Baihaqy RA., Kitab Syaroful Mushthofa SAW. karya Imam Abi Sa'd Abdul Malik bin Abi Utsman Muhammad Al Khorkausyi An Naisabury RA., Kitab Khosho-isill Kubro karya Imam As Suyuthy RA., Kitab Muhammad SAW. Al Insanul Kamil, Kitab Adz Dzakhoo-irul MuhammadiyyaHh yang keduanya karya Imam Muhammad bin Alwy bin Abas Al Maliky Al Hasany RA, dan lain-lain.

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda